Contoh RPP Luring IPA SMP-MTs Kelas 9 - Listrik Statis

Berikut ini adalah arsip berkas Contoh RPP Luring IPA SMP-MTs Kelas 9 - Listrik Statis. Download file dalam format .docx Microsoft Word dan .pdf.

Contoh RPP Luring IPA SMP-MTs Kelas 9 - Listrik Statis
Contoh RPP Luring IPA SMP-MTs Kelas 9 - Listrik Statis

Contoh RPP Luring IPA SMP-MTs Kelas 9 - Listrik Statis

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Listrik Statis SMP kelas 9 yang dilakukan sebelum masa pandemic covid 19. RPP ini merupakan RPP mata pelajaran IPA kelas 9 dengan materi listrik statis. RPP ini mencakup 20 jam tatap muka.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP)

SATUAN PENDIDIKAN : SMP / MTs ............................................
MATA PELAJARAN : IPA KELAS/ SEMESTER : IX/1
MATERI POKOK : LISTRIK STATIS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-
HARI ALOKASI WAKTU : 20 x 40 menit

A. Kompetensi Inti
KI. 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

KI. 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

KI. 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI. 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

KI. 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi dasar
3.4 Menjelaskan konsep listrik statis dan gejalanya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kelistrikan pada sistem saraf dan hewan yang mengandung listrik.

Indikator pencapaian kompetensi
3.4.1 Memberi contoh gejala kelistrikan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari
3.4.2 Menganalisis peristiwa yang terjadi pada penggaris plastik yang digosokkan pada rambut yang kering
3.4.3 Mengidentifikasi jenis-jenis muatan listrik
3.4.4 Menjelaskan interaksi dua muatan listrik
3.4.5 Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja elektroskop
3.4.6 Menjelaskan faktor-faktor yangmemengaruhi besar gaya Coulomb dua muatan listrik
3.4.7 Menghitung besarnya gaya Coulomb dua muatan listrik
3.4.8 Menganalisis interaksi dua benda bermuatan karena pengaruh jarak
3.4.9 Menganalisis beda potensial dua benda bermuatan
3.4.10 Menghitung besar medan listrik
3.4.11 Membedakan jenis rangkaian listrik terbuka dan tertutup
3.4.12 Mengidentikasi bagian sel saraf
3.4.13 menjelaskan fungsi akson / neurit
3.4.14 Menyebutkan zat kimia yang berfungsi menghantarkan rangsangan listrik
3.4.15 Menghitung beda potensial
3.4.16 Menjelaskan tentang prinsip kelistrikan pada saraf manusia
3.4.17 Mengidentifikasi hewan-hewan yang menghasilkan listrik
3.4.18 Menyebutkan system khusus pada hewan yang dapat menghasilkan listrik
3.4.19 Menyebutkan penggunaan teknologi listrik di lingkungan sekitar
3.4.20 Menjelaskan cara kerja elekstroskop sederhana

Kompetensi dasar
4.4 Menyajikan hasil pengamatan tentang gejala listrik statis dalam kehidupan sehari-hari

Indikator pencapaian kompetensi
4.4.1 Membuat elekroskop sederhana

Nilai sikap (karakter) yang ditanamkan/ditumbuhkan : Kerjasama

C. Tujuan Pembelajaran

Pertemuan pertama

Setelah mengikuti proses pembelajaran:
  1. Siswa dapat menganalisis gejala konsep listrik statis sebanyak dua jenis gejala listrik statis.
  2. Siswa dapat menganalisis peristiwa yang terjadi pada penggaris plastik yang digosokkan pada rambut yang kering.
  3. Siswa dapat menganalisis peristiwa interaksi antar dua muatan listrik sebanyak dua jenis interaksi muatan listrik, melalui praktikum.
  4. Siswa dapat menganalisis jenis-jenis muatan listrik sebanyak dua jenis muatan, melalui diskusi.
  5. Siswa dapat menjelaskan fungsi dan prinsip kerja ekstroskop.
  6. Siswa dapat menjelaskan factor-faktor yang mempengaruhi besar gaya coulomb dua muatan listrik.
  7. Siswa dapat menghitung besar gaya Coulomb dua muatan listrik.
  8. Siswa dapat menganalisis interaksi dua benfa bermuatan karena pengaruh jarak.
  9. Siswa dapat menganalisis beda potensial dua benda bermuatan.

Pertemuan ke dua

Setelah proses pembelajaran :
  1. Siswa dapat menghitung medan listrik.
  2. Siswa dapat menghitung beda potensial.
  3. Siswa dapat membedakan jenis rangkaian listrik terbuka dan tertutup.

Pertemuan ke tiga

Setelah proses pembelajaran :
  1. Siswa dapat mengidentifikasi bagian sel saraf minimal 4 bagian.
  2. Siswa dapat menjelaskan fungsi akson.
  3. Siswa dapat menyebutkan zat kimia yang berfungsi menghantarkan rangsangan listrik.
  4. Siswa dapat menjelaskan prinsip kelistrikkan pada saraf manusia.

Pertemuan ke empat

Setelah proses pembelajaran :
  1. Siswa dapat mengidentifikasi hewan- hewan yang menghasilkan listrik.
  2. Siswa dapat menyebutkan system khusus pada hewan yang dapat menghasilkan listrik.
  3. Siswa dapat menyebutkan penggunaan teknologi listrik di lingkungan sekitar.
  4. Siswa dapat menjelaskan cara kerja elekstroskop sederhana.

Pertemuan ke lima

Evaluasi kompetensi dasar 3.4

D. Materi Pembelajaran

Pertemuan pertama

1. Materi Reguler

a. Atom (Jenis-jenis muatan listrik)
Suatu zat terdiri atas partikel-partikel kecil yang disebut atom. Atom berasal dari kata atomos, yang artinya tidak dapat dibagi-bagi lagi. Tetapi, dalam perkembangannya ternyata atom ini masih dapat diuraikan lagi.

Secara umum dapat dijelaskan bahwa
a. Benda terdiri atas atom-atom sejenis.
b. Setiap atom terdiri atas sebuah inti yang dikelilingi oleh satu atau lebih elektron.
c. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan listrik.

b. Muatan Listrik

1. Atom/benda bermuatan listrik
Pada umumnya suatu materi/atom adalah netral, artinya jumlah proton (muatan positif) sama dengan jumlah elektron (muatan negatif). Jika suatu materi/atom memiliki jumlah proton dan elektron tidak sama maka materi/atom tersebut dikatakan bermuatan listrik.

Jika suatu atom memiliki jumlah proton yang lebih banyak daripada jumlah elektronnya, maka atom tersebut dikatakan kelebihan proton. Atom yang kelebihan proton disebut atom bermuatan positif.

Sebaliknya jika suatu atom memiliki jumlah elektrok yang lebih banyak daripada jumlah protonnya, maka atom tersebut dikatakan kelebihan elektron. Atom yang kelebihan elektron disebut atom bermuatan negatif.

2. Membuat benda netral menjadi bermuatan listrik
Elektron dalam suatu materi mempunyai sifat mudah berpindah dari atom satu ke atom lain. Dengan menggunakan sifat tersebut maka suatu benda netral dapat dibuat bermuatan listrik. Salah satu cara untuk mengubah benda netral menjadi benda bermuatan listrik yaitu dengan menggosokkan benda tersebut dengan benda lain.

3. Interaksi antara dua benda bermuatan listrik
Jika dua buah benda bermuatan listrik didekatkan, maka akan terjadi interaksi diantara kedua benda bermuatan listrik tersebut. Jika benda bermuatan listrik sejenis didekatkan (benda bermuatan negatif dengan negatif atau benda bermuatan positif dengan positif), maka kedua benda tersebut akan tolak-menolak. Dan jika benda bermuatan listrik tak sejenis didekatkan (benda bermuatan negatif dengan positif), maka kedua benda tersebut akan tarik menarik. Interaksi kedua muatan listrik merupakan tanda-tanda sederhana dari listrik statis.

4. Elektroskop
Alat yang digunakan untuk mengetahui suatu benda bermuatan listrik atau tidak adalah elektroskop. Elektroskop terdiri dari beberapa bagian yaitu tabung kaca, dua buah daun elektroskop, insulator, dan bola logam.

Pertemuan ke dua

1. Materi Reguler

Medan Listrik

- Pengertian Medan Listrik
Medan listrik merupakan daerah atau ruang di sekitar muatan listrik yang masih dipengaruhi oleh gaya listrik dari muatan tersebut. 

- Garis Gaya Listrik
Medan listrik digambarkan dengan garis-garis gaya listrik yang arahnya keluar (menjauhi) muatan positif dan masuk (mendekati) muatan negatif.

- Kuat Medan Listrik
Kuat medan listrik didefinisikan sebagai besarnya gaya listrik yang bekerja pada satu satuan muatan uji (q). Secara matematis kuat medan listrik

4. Beda Potensial Dan Energi Listrik
Perpindahan muatan listrik (elektron) disebabkan oleh adanya perbedaan potensial listrik (beda potensial listrik). Besarnya beda potensial listrik dapat dihitung dengan membandingkan besar energi listrik yang diperlukan untuk memindahkan sejumlah muatan listrik. 

2. Materi Remedial

Menghitung kuat medan listrik.
Membedakan potensial listrik yang dimiliki oleh dua benda bermuatan listrik.
Menghitung beda potensial listrik.

3. Materi Pengayaan
Menjelaskan arti dari gambar garis-garis gaya listrik dua muatan listrik.
Penerapan atau aplikasi beda potensial listrik diantaranya petir.

Pertemuan ketiga

1. Materi Reguler 
Setiap sel saraf terdiri atas 3 bagian, yaitu badan sel saraf, dendrit, dan akson atau neurit. Selain ketiga bagian tersebut, pada sel saraf juga terdapat selubung myelin.

Tegangan (beda potensial) pada tubuh berbeda dengan yang kita bayangkan seperti listrik rumah tangga. Kelistrikan pada tubuh hanya berkaitan dengan komposisi ion yang terdapat dalam tubuh, bukan listrik yang mengalir seperti pada kabel listrik di rumah. Salah satu contoh kelistrikan dalam tubuh adalah perjalanan impuls saraf menuju ke efektor atau otot sangat cepat karena proses kelistrikan pada sel saraf. Tubuh manusia mengandung ion positif dan ion negatif. 

Muatan yang ada di luar dan di dalam sel saraf tidak dapat saling tarik menarik dengan sendirinya karena ada pemisah berupa membran sel saraf. Tarik menarik antar muatan akan terjadi jika ada rangsangan dari neurotransmitter.

Sel saraf menghantarkan impuls karena terjadi pertukaran ion-ion di dalam dan di luar membran sel saraf. Pertukaran ion tersebut tidak dapat terjadi begitu saja tanpa adanya rangsangan. Rangsangan yang cukup kuat dapat mengaktifkan pompa ion, sehingga menyebabkan terjadinya pertukaran ion. Saat sel saraf tidak menghantarkan impuls, muatan positif Na+ melingkupi bagian luar membran sel. Pada kondisi demikian, membran sel saraf bagian luar bermuatan listrik positif dan membran sel bagian dalam bermuatan listrik negatif (Cl-). 

Pertemuan ke empat

1. Materi Reguler

Hewan-Hewan Penghasil Listrik 

Seperti manusia, hewan menghasilkan listrik sebagai impuls rangsang dalam tubuhnya untuk menanggapi rangsangan, bergerak, berburu mangsa, melawan predator, atau bahkan navigasi. Meskipun pada umumnya arus listrik yang dihasilkan sangat lemah, namun ada beberapa hewan yang mampu menghasilkan arus listrik yang sangat kuat, antara lain :

1. Ikan Belalai Gajah
Ikan belalai gajah dilengkapi dengan organ khusus, yang disusun oleh ribuan sel electropax, pada bagian ekor yang mampu menghasilkan listrik statis bertegangan tinggi.

2. Ikan Pari Elektrik
Ikan pari elektrik mampu mengendalikan tegangan listrik yang ada pada tubuhnya. Kedua sisi kepala ikan pari elektrik mampu menghasilkan listrik hingga sebesar 220 volt.

3. Hiu Kepala Martil
Hiu kepala martil memiliki ratusan ribu elektroreseptor atau sel penerima rangsang listrik. Hiu kepala martil mampu menerima sinyal listrik hingga setengah milyar volt.

4. Echidnas
Echidnas memiliki moncong memanjang yang berfungsi sebagai pengirim sinyal-sinyal listrik untuk menemukan serangga (mangsa). Elektroreseptor Echidnas terus menerus dibasahi agar lebih mudah untuk menghantarkan listrik.

5. Belut Listrik
Belut listrik dapat menghasilkan kejutan tanpa lelah selama satu jam. Besarnya jumlah energi listrik yang dihasilkan tersebut diyakini dapat membunuh manusia dewasa.

6. Lele Elektrik
Lele air tawar yang berasal dari perairan tropis di Afrika ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan listrik hingga sebesar 350 volt.

Penggunaan Teknologi Listrik Di Lingkungan Sekitar

1. Elektrokardiograf (ECG)
Elektrokardiograf adalah alat dalam bidang kedokteran yang biasa digunakan untuk merekam aktivitas otot jantung. Alat ini mampu merekam sinyal-sinyal listrik dari aktivitas jantung.

2. Elektrosepalogram (EEG) 
Elektrosepalogram adalah alat uji kedokteran yang digunakan untuk menilai kerja otak. Sama seperti sel saraf lainnya, sel-sel otak saling terhubung satu sama lain melalui sinyal-sinyal listrik. Sinyal-sinyal listrik dari otak akan diterima elektrosepalogram untuk mencitrakan aktivitas otak dan mendeteksi penyakit-penyakit akibat kelainan fungsi kerja otak, misalnya epilepsi.

3. Pengendap Elektrostatis Pada Cerobong Asap
Pengendap elektrostatis berfungsi untuk membersihkan gas buang yang keluar melalui cerobong asap agar tidak mengandung partikel- partikelkotor yang dapat mencemari udara. Komponen utama yang ada pada alat ini adalah kawat yang bermuatan negatif dan pelat logam yang bermuatan positif.

4. Pengecatan Mobil
Butiran cat mobil akan bermuatan listrik ketika bergesekan dengan mulut pipa semprot dan udara. Butiran cat tersebut akan tertarik ke badan mobil apabila badan mobil diberi muatan yang berlawanan dengan muatan cat.

5. Mesin Fotokopi
Komponen utama pada mesin fotokopi yang menerapkan listrik statis adalah penggunaan toner atau tempat bubuk hitam halus. Toner sengaja dibuat bermuatan negatif sehingga mudah ditarik oleh kertas.

2. Materi Remedial

Peserta didik yang belum mencapai KKM akan diberikan materi remedial:
Hewan-hewan penghasil listrik.
Penggunaan listrik statis dalam teknologi.

3. Materi Pengayaan

Menjelaskan mengapa hewan-hewan yang dapat menghasilkan listrik yang sangat kuat tidak dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan listrik mereka.
Menjelaskan prinsip kerja penangkal petir

E. Metode Pembelajaran

Pertemuan pertama
  1. Model : Discovery learning 
  2. Pendekatan : Scientific
  3. Metode : Diskusi, presentasi 

Pertemuan kedua
  1. Model : Cooperative Learning Tipe STAD (Student Teams Achievment Divisions)
  2. Pendekatan : Scientific
  3. Metode : Diskusi

Pertemuan ke tiga
  1. Model : Cooperative Learning Tipe STAD (Student Teams Achievment Divisions)
  2. Pendekatan : Scientific
  3. Metode : Diskusi

Pertemuan Keempat
  1. Model : Discovery learning
  2. Pendekatan : Scientific
  3. Metode : Diskusi

F. Media Pembelajaran

Media :
  1. lembar kerja siswa
  2. modul bahan ajar
  3. Video dari web:
  4. Apersepsi (petir) : https://www.youtube.com/watch?v=bRCu3drcKd4
  5. Listrik statis: https://www.youtube.com/watch?v=QUVMyDbTIKQ

Alat/Bahan :
  1. Penggaris, spidol, papan tulis
  2. Laptop dan projector

    Download Contoh RPP Luring IPA SMP-MTs Kelas 9 - Listrik Statis

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh RPP Luring IPA SMP-MTs Kelas 9 - Listrik Statis ini silahkan lihat/download file RPP pada link di bawah ini:

    [Download File] RPP Luring IPA SMP-MTs Kelas 9 - Listrik Statis.pdf   
    [Download File] RPP Luring IPA SMP-MTs Kelas 9 - Listrik Statis.docx 

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh RPP Luring IPA SMP-MTs Kelas 9 - Listrik Statisi. Semoga bisa bermanfaat.

    Belum ada Komentar untuk "Contoh RPP Luring IPA SMP-MTs Kelas 9 - Listrik Statis"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel