Penerapan Massive Open Online Course (MOOC) berbasis Moodle sebagai Learning Management System (LMS)

Kontributor : On Sabtu, Oktober 13, 2018

Berikut ini adalah arsip berkas makalah mengenai Penerapan Massive Open Online Course (MOOC) berbasis Moodle sebagai Learning Management System (LMS). Download file PDF.

Penerapan Massive Open Online Course (MOOC) berbasis Moodle sebagai Learning Management System (LMS)
Penerapan Massive Open Online Course (MOOC) berbasis Moodle sebagai Learning Management System (LMS)

Penerapan Massive Open Online Course (MOOC) berbasis Moodle sebagai Learning Management System (LMS)

Di bawah ini kutipan teks/keterangan dari berkas mengenai Penerapan Massive Open Online Course (MOOC) berbasis Moodle sebagai Learning Management System (LMS):

Penerapan Massive Open Online Course (MOOC) berbasis Moodle sebagai Learning Management System (LMS) *)
oleh
Wahyu Purnomo – P4TK BOE Malang

Abstrak
Massive Open Online Course (MOOC) akan menjadi teknologi pembelajaran yang terus berkembang di Indonesia dikarenakan jumlah penduduk yang besar, serta upaya meningkatkan akses masyarakat kepada pelatihan dan pendidikan. Moodle adalah salah satu Learning Management System (LMS) yang digunakan untuk MOOC. Dari studi studi kasus “Teaching with Moodle: An introduction” periode 2013 – 2016 disimpulkan bahwa Moodle menyelenggarakan dengan pendekatan “social constructionist” dan fitur yang digunakan untuk mendorong keaktifan peserta juga memudahkan fasilitator mengelola pembelajaran dengan jumlah peserta yang masif adalah Forum, Workshop, Glossary, Database, Wiki, dan Blog. Semoga tulisan ini dapat memberi gambaran dan masukan bagi PTP yang terlibat dalam penyelenggaraan diklat daring dengan platform MOOC.

PENDAHULUAN
Pada tanggal 17 Agustus 2015 telah diluncurkan sebuah program e-learning bernama IndonesiaX dengan alamat www.indonesiax.co.id. Program IndonesiaX adalah suatu inisiatif yang terfokus pada pengembangan edukasi dan pelatihan daring (Dalam Jaringan/Online) berkualitas di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memperluas akses masyarakat kepada pendidikan dan keterampilan hidup yang berkualitas melalui sebuah platform kursus daring terbuka secara besar-besaran atau massive open online course (MOOC) dengan perangkat sistem manajemen belajar atau learning management system (LMS) tercanggih. LMS didesain khusus untuk masyarakat Indonesia dan disajikan dalam bahasa Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mengaktualisasikan visi Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan akses masyarakat kepada pelatihan bersertifikat dan pendidikan terbaik.

Sejak tahun 2014 Kemendikbud juga sudah melakukan berbagai ujicoba serta piloting sebuah program yang menerapkan konsep MOOC, yaitu diklat daring bagi guru dengan skala besar bernama Diklat Interaksi Online (DIO) yang diharapkan dapat mewadahi lebih dari 3 juta guru. Program DIO dilanjutkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan pada tahun 2016 dengan nama program Guru Pembelajar Moda Daring, yang diharapkan pada pertengahan tahun ini sudah bisa diterapkan untuk lebih dari 1 Juta Guru.

MOOC sepertinya akan menjadi teknologi pembelajaran yang terus berkembang di Indonesia dikarenakan jumlah penduduk yang besar, tersebar di berbagai pulau, serta upaya meningkatkan akses masyarakat kepada pelatihan dan pendidikan. MOOC memerlukan perangkat sistem manajemen belajar atau learning management system (LMS) yang khusus untuk mengelola pembelajaran dengan jumlah peserta yang masif.

Tulisan ini mencoba mengupas sebuah LMS yaitu Moodle yang sejak 2013 melaksanakan MOOC Teaching with Moodle, dengan studi kasus “Teaching with Moodle: An introduction” periode 2013 - 2016 yang pernah penulis ikuti. Bagaimana Moodle HQ menyelenggarakan MOOC ini: Model Pembelajaran apa yang digunakan? Serta fitur atau tools Moodle apa saja yang digunakan dalam MOOC?

Harapannya tulisan ini dapat memberi gambaran dan masukan bagi Pengembang Teknologi Pembelajaran yang terlibat dalam penyelenggaraan diklat daring dengan platform MOOC.

PEMBAHASAN

MOOC
Istilah MOOC pertama kali dikemukakan oleh Dave Cormier (Manager of Web Communication and Innovations di University of Prince Edward Island) dan Bryan Alexander (Senior Research Fellow of the National Institute for Technology in Liberal Education), dalam sebuah course terbuka yang diselenggarakan oleh George Siemens (Associate director, Technology Enhanced Knowledge Research Institute di Athabasca University) dan Stephen Downes (Senior Researcher di The National Research Council, Canada). Dimana sebuah kursus berjudul "Connectivism and Connective Knowledge" disampaikan kepada 25 siswa Extended Education di University of Manitoba ditambah 2300 siswa dari masyarakat umum yang mengambil kursus secara daring dan tidak berbayar.

Massive Open Online Course (MOOC) adalah sistem pembelajaran berupa kursus daring secara besar-besaran dan terbuka dengan tujuan untuk memungkinkan partisipasi tak terbatas dan dapat diakses melalui web. Selain menyediakan materi kursus tradisional seperti video, bahan bacaan dan pembahasan masalah, MOOCs juga menyediakan forum pengguna interaktif yang membantu dalam membangun komunitas untuk siswa, pengajar, dan asisten pengajar. MOOCs merupakan perkembangan terbaru dalam hal pendidikan jarak jauh (e-Learning) .

Untuk mengikuti MOOC relatif mudah. Kita hanya perlu mendaftar dan memilih jenis kursus yang diikuti. Pendaftaran dan proses kuliah dilakukan secara daring. Lembaga penyedia layanan MOOC di antaranya Coursera, edX, Canvas Network, dan Miriada. Keempatnya merupakan lembaga terkemuka dengan jumlah mahasiswa terbesar. Coursera misalnya, kini memiliki mahasiswa tak kurang dari 1,7 juta orang.

Adapun di Indonesia, salah satu layanan edukasi daring menggunakan MOOC diselenggarakan oleh IndonesiaX. Platform pembelajarannya disediakan PT Education Technology Indonesia (ETI), dengan didukung sejumlah perguruan tinggi terkemuka. Di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Surabaya (ITS), dan lembaga pendidikan lain. Lembaga ini menyediakan kursus daring gratis dengan didukung tokoh-tokoh pendidikan terkemuka. Di antaranya Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA (mantan Menteri Pendidikan dan mantan Rektor ITS), Prof. Rhenald Kasali, Ph.D (guru besar UI), Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met (Rektor dan guru besar UI), Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DE A (Rektor ITB) serta sejumlah tokoh terkemuka lain.

Moodle
Moodle adalah paket perangkat lunak untuk membuat dan mengelola pembelajaran daring berbasis web. Ini adalah proyek pengembangan yang dirancang untuk mendukung kerangka konstruksionis pendidikan secara global.

Moodle ini disediakan secara bebas sebagai perangkat lunak Open Source (di bawah GNU /General Public License). Moodle dapat diunduh di alamat http://www.moodle.org. Pada dasarnya ini berarti Moodle adalah hak cipta terdaftar, tetapi memiliki kebebasan untuk memodifikasi. Diperbolehkan untuk menyalin, menggunakan dan memodifikasi Moodle dengan syarat bahwa setuju untuk: menyediakan sumber kepada orang lain, tidak mengubah atau menghapus lisensi asli dan hak cipta, dan menerapkan lisensi yang sama untuk setiap karya turunan. 

Moodle dapat diinstal pada setiap komputer yang dapat menjalankan PHP, dan dapat mendukung tipe database SQL (misalnya MySQL). Hal ini dapat berjalan pada sistem operasi Windows dan Mac dan banyak distribusi Linux. Ada Moodle Partner yang memiliki banyak ahli untuk membantu, bahkan menyediakan hosting situs Moodle .

Moodle awalnya merupakan singkatan dari Modular Object-Oriented Learning Environment. Aplikasi Moodle dikembangkan pertama kali oleh Martin Dougiamas pada Agustus 2002 dengan Moodle Versi 1.0. Saat ini Moodle dipakai oleh siapa saja secara Open Source. Dia adalah seorang ahli komputer dan pendidik yang menghabiskan sebagian waktunya untuk mengembangkan learning management sytem di salah satu perguruan tinggi di kota Perth, Australia.

Moodle mulai dikembangkan pada tahun 1999 dan pertama kali dirilis pada 20 Agustus 2002 yaitu versi 1.0, dan sampai saat ini sudah dikembangkan versi 3.0. Nama Moodle telah memberikan banyak inspirasi bagi pengembangan e‐learning.

Teaching with Moodle MOOC
Teaching with Moodle: An Introduction diselenggarakan di situs Moodle – www.learn.moodle.net - dirancang dan dikembangkan oleh Moodle HQ untuk platform MOOCs. Kursus ini gratis bagi siapa saja yang ingin menggunakan platform pembelajaran Moodle untuk mengajar, apakah itu di sekolah, universitas, perusahaan atau hanya kepentingan pribadi. MOOC ini dirancang untuk memberikan dasar yang baik dan konteks untuk Moodle, tentu saja mencakup dasar-dasar dari platform pembelajaran open source, termasuk cara mengatur dan efektif menggunakan Moodle dalam mengajar.

Periode September 2013 ada 9.522 orang dari lebih dari 150 negara di seluruh dunia berpartisipasi untuk mendaftar dan mengikuti kursus ini. Kursus ini diampu oleh 3 orang instruktur saja yaitu Mary Cooch, Helen Foster and Eamon Costello. Untuk periode Januari 2016 diikuti oleh 5.596 peserta, dan hanya diampu oleh Mary Cooch. 

Meskipun MOOC itu disampaikan dalam bahasa Inggris, peserta didorong untuk posting di forum dan memasukkan data dalam kegiatan lain dalam bahasa mereka sendiri. Antarmuka Moodle diterjemahkan ke dalam lebih dari 100 bahasa dan peserta bisa memilih bahasa mereka sendiri dalam profil mereka. Ada 53 bahasa yang berbeda dipilih oleh peserta.

Model Pembelajaran
MOOC “Teaching with Moodle: An Introduction” berdurasi selama 4 minggu, dengan menawarkan program pembelajaran:
  • Terstruktur, sehingga peserta diharapkan mudah untuk memahami materi pembelajaran.
  • Ada pilihan sesi pengajaran langsung (live) setiap minggunya.
  • Kursus berbasis kegiatan pembelajaran (activity) di mana peserta membuat program mereka sendiri.
  • Tersedia tool penilaian, yaitu pada kegiatan seperti kuis, glosarium dan tugas.

Sesi pembelajaran langsung (live) dilaksanakan setiap minggunya, dan sumber-sumber pembelajaran (teks dan video) tersedia juga bagi peserta. Sesi langsung (live) bersifat optional karena tentu tidak dapat diikuti oleh seluruh peserta karena perbedaan waktu geografis, sehingga sesi tersebut direkam, dan dapat diikuti pada waktu yng sesuai. Namun, kekuatan MOOC bukan pada konten yang statis tetapi dibangun dengan “social constructionist”, dengan peserta terhubung satu dengan yang lain dan belajar bersama membuat konten, tidak hanya membaca konten secara pasif.

Pendiri Moodle yaitu Martin Dougiamas, mulai mengembangkan Moodle sebagai bagian dari proyek PhD-nya tentang “Improving the effectiveness of tools for Internet based education”. Dari awal, desain dan pengembangan Moodle telah dipandu oleh pedagogi sosial konstruksionis. Moodle menggunakan acuan konstruksionis untuk model keterlibatan peserta dengan konten dan satu sama lain. Lima acuan, yang dituangkan dalam dokumentasi Moodle di https://docs.moodle.org/30/en/Pedagogy, adalah konsep membimbing untuk membangun komunitas pembelajar dan dengan demikian membentuk dasar dari kegiatan yang digunakan dalam MOOC tersebut.

Fitur-fitur Moodle
Berbagai fitur atau alat digunakan dalam LMS Moodle untuk penyelenggaraan MOOC “Teaching with Moodle: An Introduction” ini. Semuanya diharapkan dapat mendorong keterlibatan peserta dengan konten dan satu sama lain, serta menunjukkan kursus ini berbasis kegiatan belajar (activity base).

Sumber Belajar/Bahan Bacaan
Fitur yang digunakan untuk sumber belajar/bahan bacaan adalah: Page, Book dan Lesson. Page adalah sebuah halaman berisi informasi di awal sesi, dan juga pada panduan singkat. Book adalah bahan bacaan yang terdiri dari beberapa halaman, namun yang disampaikan di sini tidak lebih dari 15 halaman pada setiap sesi, bahkan ada yang hanya 6 halaman. Sumber belajar lainnya berupa Lesson, yaitu seperti Book, tetapi di dalamnya langsung ada kegiatan belajar berupa quiz ataupun pertanyaan- pertanyaan terkait materi, sehingga lebih interaktif dibanding Book. Baik Page, Book dan Lesson, terkadang juga memuat video embedding yang ada di Youtube, untuk memberikan gambaran yang lebih jelas.

Forum
Fitur forum digunakan untuk diskusi, dan disediakan pada setiap sesi. Bagi pengguna Moodle yang baru, ini kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, agar mendapat jawaban dari yang lebih berpengalaman, dan peserta bebas berbagi apa yang telah mereka pelajari dan membuat saran untuk perbaikan ke orang lain.

Meskipun ini adalah nilai dalam belajar kolaboratif, tetapi ada beberapa masalah dengan manajemen forum. Pengguna baru Moodle merasa frustrasi dengan volume email pemberitahuan forum dan berjuang dalam mencari melalui posting forum yang sesuai; semua peserta sama mengalami ketidakmampuan untuk berlangganan hanya satu thread forum; hal ini karena jumlah peserta yang sangat besar dan dari perspektif fasilitator, memiliki pilihan untuk menjaga diskusi tertentu agar selalu di bagian atas dan untuk dapat menutup diskusi yaitu mencegah balasan lebih panjang.

Untuk menjawab permasalah di atas, pada forum ada fasilitas pencarian (search) dan juga fasilitas yang memungkinkan peserta berlangganan hanya satu thread forum, ini sebagai fitur baru dari Moodle (versi 2.8). Disinilah Moodle selalu terus berinovasi secara pedagogi. Penggunaan fitur forum inilah pedagogi sosial konstruksionis diterapkan.

Workshop
Fitur workshop pada Moodle memungkinkan untuk penilaian diri dan rekan (peer assessment). Mengingat kendala adanya waktu dan bahasa maka workshop pada MOOC “Teaching with Moodle: An Introduction” dibuat untuk tugas dengan instruksi yang sangat mudah, dengan gradasi rubrik yang sama. Peserta harus menulis tiga kalimat yang menggambarkan negara asal mereka dan menyertakan gambar dan link ke halaman Wikipedia tentang negara mereka.

Glossary
Fitur lain di Moodle yang dapat mengajak partisipasi aktif peserta adalah glossary (Glosarium). Peserta dapat menambahkan entri sebanyak yang mereka inginkan, berupa terminology atau istilah terkait materi, dan juga bisa mengomentari entri lain. Nilai tambah dari terminologi dalam glossary yang diisikan adalah dengan membuat secara otomatis hyperlink ke bagian lain dalam kursus di mana terminologi/kata itu digunakan (menggunakan glossary auto-linking filter). Namun, fitur ini menyebabkan beberapa gangguan dengan hyperlink dalam kata-kata tertentu (misalnya 'ID' dan “provide” akan auto-linked) jadi memang sangat sensitive dan harus hati-hati penggunaan glossary auto-linking filter

Database
Seperti glossary, peserta bisa menambahkan entri ke aktivitas database, dan juga menilai dan mengomentari entri lain. Bedanya dengan glossary adalah field (kolom) dari database dapat ditentukan sendiri oleh fasilitator. Pada MOOC “Teaching with Moodle: An Introduction” dibuat database tentang makanan para Moodler (pengguna moodle), mereka diminta memasukan makanan kesukaan, disertai foto serta resep makanan tersebut.

Wiki
Pelajaran dari aktivitas wiki pada Moodle bahwa tugas harus sangat jelas dan instruksi eksplisit diberikan kepada peserta seputar penggunaan wiki ini. Hal ini supaya menghindari masalah teknis dengan beberapa peserta mencoba untuk mengedit pada saat yang sama. 

Blog
Peserta didorong untuk menulis blog, baik dalam Moodle atau pada platform blogg ing yang biasa mereka gunakan seperti Blogger atau Wordpress, sebagai cara berbagi pengalaman serta sebagai refleksi pembelajaran ke publik atau sesasma peserta Selain itu juga dapat memberikan komentar pada postingan blog. Blog juga menjai fitur yang efektif untuk melibatkan peserta dalam kegiatan belajar berplatform MOOC. 

Penghargaan bagi peserta
Pada pelaksanaan MOOC “Teaching with Moodle: An Introduction” periode Januari 2016 ada 2 jenis penghargaan diberikan kepada peserta, yaitu Badge (lencana) dan Sertifikat.

Badge atau lencana
Lencana diberikan sebagai penghargaan kepada peserta atas partisipasi dan penyelesaian MOOC. Lencana berupa Mozilla Open Badges memberikan pengakuan atas prestasi, terintegrasi dengan Moodle dan merupakan cara populer memotivasi siswa/peserta dalam diklat daring di dunia.

Peserta relatif mudah untuk mendapatkan lencana The Learn Moodle Participant. Sedangkan lencana The Learn Moodle completer itu hanya untuk peserta yang paling berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh aktifitas kegiatan belajar.

Moodle tidak menampilkan lencana The Learn Moodle completer apabila peserta sangat terlambat dalam penyelesaian kegiatan kursus. Ini memiliki bonus tambahan bagi peserta yang berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh aktifitas


PENUTUP
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan beberapa hal :
  • Kekuatan MOOC Moodle bukan pada konten yang statis tetapi dibangun dengan “social constructionist”, dengan peserta terhubung satu dengan yang lain dan belajar bersama membuat konten, tidak hanya membaca konten secara pasif. serta berbasis aktivitas atau kegiatan belajar.
  • Fitur-fitur dari Learning Management System Moodle yang digunakan untuk melibatkan seluruh peserta MOOC adalah Forum, Workshop, Glossary, Database, Wiki, dan Blog. Fitur ini selain dapat mendorong keaktifan peserta juga memudahkan fasilitator mengelola pembelajaran dengan jumlah peserta yang massif.
  • Moodle juga memiliki fitur Badge dan Certificate untuk memberikan penghargaan kepada peserta MOOC.
  • Moodle sangat sesuai digunakan sebagai Learning Management System dalam penyelenggaraan MOOC.

    Download berkas mengenai Penerapan Massive Open Online Course (MOOC) berbasis Moodle sebagai Learning Management System (LMS)

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas makalah mengenai Penerapan Massive Open Online Course (MOOC) berbasis Moodle sebagai Learning Management System (LMS) ini silahkan lihat pada file preview dan download file pada link di bawah ini:

    Penerapan Massive Open Online Course (MOOC) berbasis Moodle sebagai Learning Management System (LMS)



    Download File:
    Penerapan Massive Open Online Course (MOOC) berbasis Moodle sebagai Learning Management System (LMS).pdf


    Lihat juga di bawah ini beberapa rekomendasi berkas penting lainnya:

    Tips: Klik Bagikan/Share sebelum Download

    Klik G+1 untuk merekomendasikan ke teman/rekan Anda

    Silahkan bagikan dan beritahukan atau rekomendasikan berkas ini ke teman atau rekan Anda melalui sosial media dengan menekan icon-icon di bawah ini. Terima Kasih.
    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »