Berkas Rujukan Perhitungan Beban Kerja Guru untuk Membantu Kelengkapan Pengisian Validasi PTK Beban Kerja Guru

Kontributor : On Minggu, Oktober 14, 2018

Berikut ini adalah arsip Berkas Rujukan Perhitungan Beban Kerja Guru untuk Membantu Kelengkapan Pengisian Validasi PTK Beban Kerja Guru. Download file PDF. Berkas-berkas ini antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah, Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tetang Standar Isi.

Berkas Rujukan Perhitungan Beban Kerja Guru untuk Membantu Kelengkapan Pengisian Validasi PTK Beban Kerja Guru
Berkas Rujukan Perhitungan Beban Kerja Guru untuk Membantu Kelengkapan Pengisian Validasi PTK Beban Kerja Guru

Rujukan Perhitungan Beban Kerja Guru untuk Membantu Kelengkapan Pengisian Validasi PTK Beban Kerja Guru

Guru
  1. Guru tanpa tugas tambahan adalah 24 s.d 40 jam tatap muka dalam 1 minggu (Pasal 52 (2)), dilaksanakan minimal 6 jam tatap muka pada sekolah tempat tugas sebagai guru tetap (Pasal 52 (3)).
  2. Guru yang mendapat tugas tambahan: a) Kepala sekolah minimal 6 jam tatap muka dalam 1 minggu atau membimbing minimal 40 orang siswa bagi kepala sekolah yang berasal dari guru BK/Konselor (Pasal 54 (1)). b) Wakil kepala sekolah minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu atau membimbing minimal 80 orang siswa bagi kepala sekolah yang berasal dari guru BK/Konselor (Pasal 54 (2)). c) Kepala program keahlian (SMK) minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu (Pasal 54 (3)). d) Kepala perpustakaan minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu (Pasal 54 (2)). e) Kepala laboratorium dan bengkel/unit produksi (SMK) minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu (Pasal 54 (5)).
  3. Guru BK membimbing minimal 150 siswa per tahun pada satu atau lebih sekolah (Pasal 54 (5)).

Wakil Kepala Sekolah
  1. Jumlah wakil kepala sekolah maksimal 4 orang yang terdiri dari Urusan Kurikulum, Urusan Kesiswaan, Urusan Sarana Prasarana, dan Urusan Hubungan Masyarakat (Instrumen PK tugas tambahan guru pada Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010).
  2. Berdasarkan Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 (Standar Pengelolaan): a) SD tidak memiliki wakil kepala sekolah. b) SMP memiliki 1 wakil kepala sekolah. c) SMA memiliki 3 wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan, dan Sarana Prasarana). d) SMK memiliki 4 wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan, Sarana Prasarana, dan Hubungan Industri).
  3. Berdasarkan SK Dirjen Dikdasmen Depdiknas RI Nomor 541/C.C3/Kep/MN/2004 tentang Pedoman Tipe SMP: a) Tipe A (= 27 rombel): memiliki 3 wakil kepala sekolah. b) Tipe A1 (24-26 rombel): memiliki 2 wakil kepala sekolah. c) Tipe A2 (21-24 rombel): memiliki 2 wakil kepala sekolah. d) Tipe B (18-20 rombel): memiliki 2 wakil kepala sekolah. e) Tipe B1 (15-19 rombel): memiliki 2 wakil kepala sekolah. f) Tipe B2 (12-14 rombel): memiliki 1 wakil kepala sekolah. g) Tipe C (9-11 rombel): memiliki 1 wakil kepala sekolah. h) Tipe C1 (6-8 rombel): tidak memiliki wakil kepala sekolah. j) Tipe C2 (3-5 rombel): tidak memiliki wakil kepala sekolah.
  4. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dan SK Dirjen Dikdasmen Depdiknas RI Nomor 541/C.C3/Kep/MN/2004: a) SMA/SMK memiliki 4 wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan, Sarana Prasarana, dan Hubungan Masyarakat). b) SMP berdasarkan tipe sekolah: (1) Tipe A (= 27 rombel): memiliki 4 wakil kepala sekolah. (2) Tipe A1 (24-26 rombel): memiliki 3 wakil kepala sekolah. (3) Tipe A2 (21-24 rombel): memiliki 3 wakil kepala sekolah. (4) Tipe B (18-20 rombel): memiliki 3 wakil kepala sekolah. (5) Tipe B1 (15-19 rombel): memiliki 3 wakil kepala sekolah. (6) Tipe B2 (12-14 rombel): memiliki 2 wakil kepala sekolah. (7) Tipe C (9-11 rombel): memiliki 2 wakil kepala sekolah. (8) Tipe C1 (6-8 rombel): memiliki 1 wakil kepala sekolah. (9) Tipe C2 (3-5 rombel): memiliki 1 wakil kepala sekolah. c) SD tidak memiliki wakil kepala sekolah.

Kepala Perpustakaan
Berdasarkan Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah, Setiap sekolah/madrasah untuk semua jenis dan jenjang dapat mengangkat kepala perpustakaan, jika memiliki:
  1. Tenaga perpustakaan sekolah/madrasah lebih dari satu orang, disepakati: minimal 1 orang.
  2. Rombongan belajar (rombel) lebih dari enam, disepakati: minimal 6 rombel.
  3. Koleksi minimal 1000 (seribu) judul materi perpustakaan, disepakati: minimal 500 judul.

Kepala Laboratorium/Bengkel
Berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Prasarana:

SD
  1. Laboratorium IPA dapat memanfaatkan ruang kelas.
  2. Sarana laboratorium IPA berfungsi sebagai alat bantu mendukung kegiatan dalam bentuk percobaan.
  3. Setiap satuan pendidikan dilengkapi sarana laboratorium IPA.

SMP
  1. Ruang laboratorium IPA berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran IPA secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.
  2. Ruang laboratorium IPA dapat menampung minimum satu rombongan belajar.
  3. Rasio minimum luas ruang laboratorium IPA 2,4 m/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2. Lebar minimum ruang laboratorium IPA 5 m.
  4. Ruang laboratorium IPA dilengkapi dengan fasilitas untuk memberi pencahayaan yang memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.
  5. Tersedia air bersih.
  6. Ruang laboratorium IPA dilengkapi sarana.

SMA
A. Ruang Laboratorium Biologi
  1. Ruang laboratorium biologi berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran biologi secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.
  2. Ruang laboratorium biologi dapat menampung minimum satu rombongan belajar.
  3. Rasio minimum ruang laboratorium biologi 2,4 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2. Lebar minimum ruang laboratorium biologi 5 m.
  4. Ruang laboratorium biologi memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.
  5. Ruang laboratorium biologi dilengkapi sarana.

B. Ruang Laboratorium Fisika
  1. Ruang laboratorium fisika berfungsi se bagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran fisika secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.
  2. Ruang laboratorium fisika dapat menampung minimum satu rombongan belajar.
  3. Rasio minimum ruang laboratorium fisika 2,4 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2 . Lebar ruang laboratorium fisika minimum 5 m.
  4. Ruang laboratorium fisika memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.
  5. Ruang laboratorium fisika dilengkapi sarana.

C. Ruang Laboratorium Kimia
  1. Ruang laboratorium kimia berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran kimia secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.
  2. Ruang laboratorium kimia dapat menampung minimum satu rombongan belajar.
  3. Rasio minimum ruang laboratorium kimia 2,4 m2 /peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2. Lebar ruang laboratorium kimia minimum 5 m.
  4. Ruang laboratorium kimia memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.
  5. Ruang laboratorium kimia dilengkapi sarana.

D. Ruang Laboratorium Komputer
  1. Ruang laboratorium komputer berfungsi sebagai tempat mengembangkan keterampilan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.
  2. Ruang laboratorium komputer dapat menampung minimum satu rombongan belajar yang bekerja dalam kelompok @ 2 orang.
  3. Rasio minimum luas ruang laboratorium komputer 2 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 15 orang, luas minimum ruang laboratorium komputer 30 m2. Lebar minimum ruang laboratorium komputer 5 m.
  4. Ruang laboratorium komputer dilengkapi sarana.

E. Ruang Laboratorium Bahasa
  1. Ruang laboratorium bahasa berfungsi sebagai tempat mengembangkan keterampilan berbahasa, khusus untuk sekolah yang mempunyai Jurusan Bahasa.
  2. Ruang laboratorium bahasa dapat menampung minimum satu rombongan belajar.
  3. Rasio minimum ruang laboratorium bahasa 2 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 15 orang, luas minimum ruang laboratorium 30 m2. Lebar minimum ruang laboratorium bahasa 5 m.
  4. Ruang laboratorium bahasa dilengkapi sarana.

Hal hal yang menyangkut Laboratorium
  1. Di SMP/SMA/SMK jika terdapat laboratorium bahasa dan atau computer dapat diakui.
  2. Kepala Laboratorium diakui jika: a. Memiliki ruangan laboratorium tersendiri. b. Memiliki sarana dan prasarana sesuai SPM. c. Memiliki/menyelenggarakan administrasi laboratorium, seperti struktur. d. organisasi, buku agenda praktik, daftar inventaris/bahan lab, jadwalpemakaian ruang. e. Memiliki laboran dan atau teknisi lab.

Penambahan Jam Pelajaran
  1. Penambahan jam pelajaran sesuai Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tetang Standar Isi maksimal 4 (empat) jam untuk seluruh mata pelajaran.
  2. Penambahan jam pelajaran berdasarkan kepentingan siswa (peserta didik) dan dilakukan setelah melalui analisis konteks.
  3. Penambahan jam pelajaran harus dimuat dalam dokumen kurikulum, memuat alasan penambahan jam diikuti perubahan jam dalam struktur kurikulum, silabus, dan RPP.

    Download Berkas Rujukan Perhitungan Beban Kerja Guru untuk Membantu Kelengkapan Pengisian Validasi PTK Beban Kerja Guru

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi Berkas Rujukan Perhitungan Beban Kerja Guru untuk Membantu Kelengkapan Pengisian Validasi PTK Beban Kerja Guru ini silahkan lihat dan download file pada link di bawah ini:

    Download File:
    Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru.pdf 
    Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 Tentang Juknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru Guru dan Angka Kreditnya.pdf 
    Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.pdf 
    Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah-Madrasah.pdf 
    Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Prasarana.pdf 
    Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.pdf

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Berkas Rujukan Perhitungan Beban Kerja Guru untuk Membantu Kelengkapan Pengisian Validasi PTK Beban Kerja Guru. Semoga bisa bermanfaat.


    Lihat juga di bawah ini beberapa rekomendasi berkas penting lainnya:

    Tips: Klik Bagikan/Share sebelum Download

    Klik G+1 untuk merekomendasikan ke teman/rekan Anda

    Silahkan bagikan dan beritahukan atau rekomendasikan berkas ini ke teman atau rekan Anda melalui sosial media dengan menekan icon-icon di bawah ini. Terima Kasih.
    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »